Materi yang terkandung pada judul di atas berkaitan dengan tiga masalah utama yang harus sekolah pecahkan:

  • Apakah mutu sekolah?
  • Bagaimana meningkatkannya?
  • Bagaimana sekolah melakukan perbaikan  mutu?

Tujuan pelatihan yaitu agar peserta dapat

  • Menggunakan visi sebagai inti penggerak organisasi.
  • Meningkatkan pemahamannya mengenai mutu sekolah.
  • Mendefinisikan mutu lulusan sesuai dengan target sekolah.
  • Menerapkan pendekatan output dalam menerapkan SNP.
  • Menerapkan pendekatan proses dalam penjaminan mutu pembelajaran.
  • Melakukan perbaikan mutu berkelanjutan atas dasar evaluasi kinerja.

Mutu adalah derajat kebaikan, kehandalan, keunggulan, kepuasan yang tercapai melalui usaha peningkatan. Mutu itu relatif, namun pada mutu memiliki kriteria yang terukur sehingga dalam sistem peningkatan mutu terkandung dua kata kunci yaitu kriteria dan pengukuran.

Peningkatan mutu merupakan serangkaian usaha meningkatkan derajat kebaikan, kehandalan, kecepatan sehingga derajatnya meningkat.  Dalam usaha peningkatan terkandung tahap-tahap kegiatan yang meliputi :

  • Mendefinisikan mutu.
  • Menetapkan kriteria yang terukur.
  • Menerapkan kriteria atau melaksanakan kegiatan
  • Menyusun instrumen pengukuran.
  • Melakukan pengukuran
  • Mengolah data hasil pengukuran.
  • Menggunakan hasil pengukuran sebagai dasar perbaikan mutu.

Sekolah yang bermutu memiliki tujuan yang jelas. Kejelasan ditandai dengan adanya indikator mutu dan kriteria kinerja yang ditetapkan. Contoh indikator kinerja sekolah, menghasilkan mutu lulusan yang berahlaq, lulus ujian nasional, lulus perguruan tinggi, meraih prestasi bertaraf internasional, mampu berkomunikasi dalam taraf internasional. Untuk mencapai itu, maka sekolah menetapkan kriteria mutu belajar siswa.

Apakah mutu sekolah?

Mutu sekolah berkaitan dengan derajat kebaikan, kehadalan, keunggulan sehingga menjadi kepuasan seluruh pemangku kepentingan akibat dari meningkatnya mutu lulusan. Oleh karena itu seluruh usaha sekolah pada prinsipnya diarahkan untuk mewujudkan mutu lulusan sekolah sesuai kriteria.

Mutu yang baik jika memiliki keunggulan pada indikator tertentu dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Poros mutu sekolah ada pada mutu lulusan. Karena itu, sekolah yang bermutu berarti yang dapat menghasilkan mutu lulusan yang lebih unggul daripada lulusan dari sekolah lain yang sejenis.

Mutu lulusan yang bermutu datang dari proses yang bermutu pula yang didukung dengan sumber daya input yang terjaga mutunya.

Mengukur dan Memetakan Mutu

Ukuran mutu itu relatif. Mutu dapat dipetakan secara komparatif dengan  menggunakan pembanding atau benchmarking. Sekolah dapat  membandingkan mutu secara internal dan eksternal. Benchmarking internal berarti membandingkan mutu lulusan antar tahun pada satu sekolah.

Bencmarking eksternal adalah membandingkan mutu yang dihasilkan dengan yang dihasilkan lembaga lain yang sejenis. Dalam menerapkan model ini sekolah harus menetapkan indikator yang spesifik pada komponen input, proses, dan output.

Di samping pemetaan mutu secara komparatif atau kompetitif sekolah  menentukan mutu dengan menggunakan patokan atau standar.  Dengan adanya standar sekolah lebih mudah menentukan derajat  mutunya sehingga bisa memetakan mutu pada posisi kurang, memenuhi kecukupan minimal atau melebihi standar.

Keterkaitan antara komponen sistem dalam penerapan standar dapat dilihat pada gambar pengelompokan komponen standar nasional pendidikan yang meliputi input, proses, dan output.

Komponen input terdiri atas (1) materi pelajaran atau kurikulum, (2) pendidik dan tenaga kependidikan, (3) sarana dan prasarana, dan (4) biaya. Konponen proses meliput (5) pembelajaran, (6) penilaian dan (7) pengelolaan. Komponen output yaitu (8) standar kompetensi lulusan.

Strategi Peningkatan Mutu

Pada pelatihan ini para peserta akan mencoba mendalami  lima strategi utama yang menjadi bahan pelatihan.  Ada pun kelima strategi itu meliputi (1) Visi dan Misi sebagai Poros Pembaharuan (2) Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Terbaik (3) Meningkatkan Mutu Berbasis SKL (4) Meningkatkan Penjaminan Mutu Proses  (5) Peningkatan Mutu Berbasis Data

Pertama, Visi dan Misi sebagai Poros Pembaharuan

Menggunakan visi dan misi sebagai poros pembaharuan. Peningkatan mutu dijabarkan dari visi dan misi ke dalam aksi sehari-hari. Dalam penerapan strategi ini sekolah perlu menjabarkan visi dan misi ke dalam berbagai indikator keberhasilan.

Keberhasilannya sangat ditentukan oleh keterampilan tiap individu dan kelompok untuk menjabarkan dan merealisasikan dalam opersional pelaksanaan pada tanggung jawab masing-masing.

Untuk memastikan bahwa seluruh pergerakan mengarah pada peingkatan mutu yang diharapkan diperlukan penguasaan seluruh warga untuk menjadikan visi dan misi sebagai kompas. Meningkatkan apresiasi warga terhadap visi sebagai kompas internal, meningkatkan keterampilan terbaik untuk mengubah visi menjadi aksi.

Latihan Satu  :

  • Apakah visi sekolah sudah mengandung nilai-nilai keunggulan bertaraf internasional?
  • Apakah visi itu sudah Saudara jabarkan dalam indikator keberhasilan?
  • Taget kinerja seperti apa yang sebaiknya Saudara tetapkan dalam mata pelajaran yang Saudara ampu?
  • Apakah kinerja Saudara sudah sesuai dengan target visi misi?

Kedua, Peningkatan pengetahuan dan Keterampilan Terbaik

Keberhasilan sekolah dalam meningkatkan kapasitas pembaharuannya bergantung pada daya adaptasi sekolah mengembangkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan terbaiknya.  Pengetahuan dan keterampilan yang adaptif terhadap tiap perubahan jaman serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengetahuan dan keterampilan yang adaptif untuk selalu melakukan pembaharuan mutu pembelajaran. Menghasilkan produk belajar tidak hanya dalam bentuk ilmu pengetahuan namun dapat menghasilkan produk-produk yang kreatif dan selalu terbarukan.

Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan merupakan bidang yang kritis karena harus selalu kompetitif pada ajang persaingan bangsa di tengah-tengah kehidupan internasional yang sangat dinamis. Dinamikanya ditandai dengan semakin derasnya temuan-temuan baru di bidang teknologi  yang menyebabkan kebaruan setiap produk inovatif makin pendek karena segera digantikan oleh penemuan berikutnya.

Strategi pembelajaran pun berkembang sangat cepat sejalan dengan perkembangan dalam bidang teknologi informasi yang sangat cepat pula. Teknologi yang membuat masyarakat dunia yang terintegrasi tanpa batas telah mempercepat interaksi dunia yang makin masif dan dinamis. Oleh karena itu kemajuan dan peningkatan mutu sekolah ke depan akan sangat bergantung pada kemajuan sekolah menguasi teknologi informasi.

Itulah sebabnya sekolah perlu menetapkan standar kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan, menerapkan pengetahuan, serta mendayagunakan teknologi yang menjadi target pengembangan mutu dengan target waktu yang terukur.

Gambar  mendeskripsikan  siklus pengembangan mutu dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan

Siklus peningkatan mutu memerlukan  indikator yang ditetapkan bersama sebagai kebijakan untuk menentukan  sasaran, sistem evaluasi diri, sistem data, meningkatkan kapasitas pembaharuan melalui pembelajaran pendidik dan tenaga kependidikan, dan pelaksanaan peningkatan mutu dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas pengembangan.

Yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah pentingnya meningkatkan pemahaman bahwa dalam sistem manajemen moderen selalu memiliki dua sisi kegiatan yang terintegrasi yaitu mengembangkan fungsi fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang  dibuktikan dengan administratif di satu sisi dan kegiatan substantif di sisi lain.

Pada gambar terlihat kegiatan berproses pada sisi manjemen.Siklus itu meliputi terwujudnya dokumen perencanaan sebagai kegiatan tindak lanjut. Pelaksanaan program. Monitoring dan evaluasi kegiatan. Dan, tindaklanjut perbaikan mutu.

Jika yang berproses adalah dalam kegiatan pembelajaran maka aspek substantif itu berkaitan dengan kompetensi pedagogis pendidik. Di antaranya menyangkut  peningkatan pemahaman mengenai bagaimana siswa belajar, bakat dan minat, keyakinan siswa, serta teknik pembelajaran yang disesuaikan dengan tipe belajar siswa.

Latihan dua;

Apakah sekolah melakukna kegaitan-kegaitan seperti di bawah ini?

  • Pendidikan
  • Pelatihan
  • Workshop
  • Pengorganisasian
  • Penilaian Kinerja
  • Penelitian
  • On the job training
  • Observasi Best Practice
  • Pemberdayaan TIK

Apakah kegiatan itu telah memenuhi harapan?

  • Adakah hal mendesak yang diperlukan untuk mengembangankan  keterampilan terbaik?
  • Apa yang sebaiknya guru-guru lakukan?
  • Apa yang seharusnya Anda lakukan?
  • Apa yang sebaiknya siswa lakukan?

Ketiga; Pengembangan Mutu Berbasis SKL

Peningkatan mutu dapat menggunakan indikator mutu lulusan sebagai poros pembaharuan. Seluruh komponen standar dikembangkan untuk menunjang terwujudnya SKL. Model ini dapat dikembangkan dalam tabel evaluasi berikut;

Sekolah bertaraf internasional wajib memenuhi standar SKL. Permendiknas 78 tahun 2009 menggariskan sekolah sekurang-kurangnya menghasilkan lulusan yang memenuhi standar nasional yang diperkuat dengan keunggulan kompetitif dan kolaboratif pada tingkat internasional, Toefl 7,5 (computer based), pemberdaya TIK.

Untuk mengetahui sejauh mana sekolah memenuhi kriteria yang digariskan, instrumen di bawah ini dapat memandu sekolah merumuskan profil kinerjanya  dalam memenuhi kebutuhan peningkatan mutu lulusan.

Latihan tiga

Apakah kurikulum, silabus, RPP, pembelajaran, penilaian telah memenuhi standar agar menghasilakan mutu lulusan sesuai dengan harapan sekolah?

Apa kelemahan dan kekuatannya? Bagaimana sekolah melakukan perbaikan mutu?

Sekolah yang efektif, menetapkan target mutu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan yang jelas dan terukur. Kaidah yang umum digunakan dalam hal ini adalah memenuh kaidah SMART ( spesific, measurable,  attainable, realistic, and timely)

Latihan empat;

Apakah kegiatan penetapan target perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran telah memenuhi kriteria SMART? Indikator apa yang Saudara gunakan?

Latihan lima

Berdasarkan data hasil evaluasi, adakah ide-ide baru yang perlu Saudara kembangkan terutama dalam meningkatkan mutu pembelajaran seperti dalam  penguasaan materi pelajaran, pengusaan teknis mengajar, teknik evaluasi, supervisi sebagai bagaian dari sistem penjaminan mutu, dan pengelolaan sistem dokumen?

Kempat,  Meningkatkan Penjaminan Mutu Proses

Baik sedari input dan proses akan menghasilkan output yang baik. Namun demikian dalam teori manajemen  sebagaimana diyakini pengelola ISO bahwa proses yang baik lebih besar pengaruhnya pada output daripada input. Oleh karena itu ISO memberi penekanan pada sistem penjaminan mutu itu dalam proses.

Karena mutu sangat bergantung pada proses yang baik maka lembaga perlu menjamin bahwa seluruh rencana yang dikembangkannya dan target yang ditetapkannya dapat dilaksanakan dengan baik. Indikator proses yang baik adalah proses yang dapat dipastikan mengarah pada pencapaian tujuan. Oleh karena itu dalam penjaminan mutu tiap lembaga perlu menetapkan indikator operasional sebagai kriteria pencapaian proses.

Dengan menggunakan indikator operasional itulah pada akhirnya sekolah menilai dan memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan target dan mengarah pada tujuan.

Latihan enam:

Coba buatlah contoh indikator operasional yang memenuhi kriteria keberhasilan pada

  • Perencanaan pembelajaran
  • Pelaksanaan pembelajaran
  • Penilaian
  • Pengembangan daya konpetisi siswa

Kelima, Peningkatan Mutu Berbasis Data

Program sekolah yang ideal yang dikembangkan dari hasil evaluasi sehingga dikembangkan dari kondisi nyata yang diketahui untuk mencapai kondisi yang diharapkan.

Pernyataan di atas berkaitan pula dengan pentingnya peran guru maupun MGMP pada tiap mata pelajaran dalam usaha mendongkrak mutu sekolah. Oleh karenanya sekolah perlu memantau dan meperhatikan data kinerja pada tiap mata pelajaran. Sehubungan dengan kepentingan itu, maka sistem informasi atau sistem pengelolaan menjadi bagian yang sangat kritis dalam pengelolaan mutu. Tanpa dukungan data yang akurat pengambilan keputusan menjadi tidak efektif.

Gambaran itu menyiratkan bahwa sekolah yang tidak melakukan supervisi, evaluasi serta tidak mengelola data hasil evaluasi  secara efektif menunjukkan bahwa ketertinggalannya.

Kondisi ini mengingatkan setiap sekolah untuk mengembangkan organisasi berbasis data dengan dukungan TIK i.

Latihan Ketujuh:

Jika gambar di atas dapat menggerakan inspirasi Saudara, kelemahan apa yang melekat pada sekolah ini? Solusi apa yang sebaiknya sekolah ini lakukan.

Keunggulan dan potensi apa yang sekolah ini telah wujudkan?

Evaluasi;

Sebagai penutup pelitih memeninta peserta menjawab pertanyaan berikut secara lisan dengan ringkas dan jelas untuk mengetahui kinerja belajar peserta.

  1. Apakah mutu sekolah itu?
  2. Mengapa sekolah perlu mendefinisikan mutu lulusan?
  3. Bagaimana definisi mutu lulusan dapat menjadi pemicu gerakan peningkatan mutu SNP?
  4. Mengapa penjaminan mutu itu penting?
  5. Adakah katerkaitan antara penjaminan mutu dengan pendekatan proses?
  6. Langkah apa yang perlu sekolah lakukan dalam melaksanakan penjaminan mutu?
  7. Apa yang menurut Saudara di sekolah ini dalam peningkatan dan penjaminan mutu?
  8. Apa yang sebaiknya ditingkatkan?
  9. Bagaimana sekolah ini sebagai penyelenggara RSBI memilih menerapkan strategi meningkatkan mutu?

Materi disampikan dalam pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 13 Jakarta pada tanggal 5 Juni 2010. (Admin; Dr. Rahmat)

sumber : http://gurupembaharu.com/home/?p=9202